Kupas Tuntas Menulis Dialog : Definisi, Tipe, Gaya dan Fungsi Dialog di Dalam Novel untuk Penulis Pemula dan Author Wattpad.

Menulis Dialog
www.wewedogom.com – Dialog, merupakan elemen penting yang ‘harus ada’ di dalam novel, selain; tokoh, setting, alur dan sudut pandang.
Paragraf percakapan ini, harus dibuat serealistis mungkin. Namun, tidak terdengar seperti percakapan pada umumnya di dunia nyata.

Banyak penulis pemula mau pun penulis Wattpad, bingung dan khawatir saat menyajikan dialog yang bagus ke dalam karyanya.

Hal ini membuat dialog menjadi momok menakutkan. Tak jarang, penulis Wattpad mau pun penulis pemula memilih berhenti sejenak atau hiatus dalam jangka waktu yang tidak diketahui dikarenakan tidak ‘srek’ dengan dialognya sendiri.

Sehingga, karena disebabkan hal-hal itu, maka muncullah pertanyaan seperti;

Bagaimana cara membuat Dialog yang baik ketika menulis cerita?

Perlu diingat, menulis Dialog; berarti menangkap irama alami bahasa dan refleksi dinamika percakapan manusia. Dialog yang baik, tidak bertele-tele dan mengandung informasi sesuai fungsi Dialog itu sendiri.

Sajian Dialog juga tidak boleh berlebihan atau harus sesuai porsinya. Ketika menulis Dialog, diperlukan konsistensi. Agar, pembaca dapat membangkitkan imajinasi sehingga terkesan nyata.

Bagaimana cara menulis Dialog agar terasa nyata dan dapat membangkitkan imajinasi pembaca tentang interaksi suasana percakapan?

Membuat Dialog lebih ‘terasa’ atau ‘nge-feel’ memerlukan penjelasan interaksi dan reaksi karakter ketika berbicara. Penjelasan itu disebut Dialog Tag.

Dialog Tag memaparkan aksi, nada bicara, emosi dan volume ketika karakter berbicara atau Dialog dimainkan. Oleh sebab itu, agar Dialog dapat membangkitkan imajinasi pembaca, pertahankan gaya serta suara dari masing-masing karakter saat berbicara.

Selain itu, usahakan untuk memperkecil porsi Dialog di dalam novel. Karena, Dialog yang berlebihan akan membuat novelmu seperti naskah drama atau teater. Bukan hanya karakter, semua orang juga bosan mendengar orang lain terlalu banyak berbicara. 


Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Definisi Dialog
  • 〷 Tipe  Percakapan
  • 〷 Struktur Dialog
  • 〷 Tipe Dialog
  • 〷 Fungsi Dialog


KUPAS TUNTAS MENULIS DIALOG UNTUK AUTHOR WATTPAD DAN PENULIS PEMULA


Seorang penulis Skenario asal Amerika Serikat, John Truby dalam bukunya berjudul ‘The Anatomy of Story : 22 Steps to Becoming a Master Storyteller’ yang terbit pada tanggal 30 Oktober 2007, mengatakan; 


Dialog merupakan, “bahasa yang sangat selektif dan terdengar nyata.” 



Agar dapat menulis Dialog yang baik dan benar, mari memahami makna dari Definisi Dialog terlebih dahulu. 

A. DEFINISI DIALOG

Dialog merupakan teknik sastra yang menunjukkan percakapan dengan melibatkan dua karakter atau lebih.

Dalam literatur, dialog adalah percakapan atau pertukaran lisan mau pun tulisan antara dua orang atau lebih, dengan mengarahkan ke subjek tertentu.

Penggunaan Dialog sudah digunakan dalam sastra klasik terutama dalam karya-karya pada era Plato. Beberapa filsuf menggunakan teknik ini untuk tujuan retoris dan argumentatif karena membuat karya sastra menjadi lebih menyenangkan dan hidup. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Dialog berarti percakapan dalam cerita atau karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih. 

B. TIPE PERCAKAPAN

Ada tiga tipe percakapan yang dikenal dalam dunia literasi atau seputar kepenulisan novel.

Tipe-tipe ini yang paling banyak atau sering digunakan oleh novelis-novelis, pengarang mau pun penulis Wattpad.

Tiga tipe tersebut ialah;
  • Batin
  • Monolog
  • Dialog

Sebenarnya, antara batin dengan monolog itu sama. Sesuai maknanya dalam KBBI; monolog merupakan percakapan dengan diri sendiri. Bedanya, monolog mengucapkan ‘kata’ sedangkan batin tidak diucapkan.

Contohnya; Batin

Matahari terik menyengat. Panas banget! Seperti di Neraka. Dia mengeluh. 

Percakapan dengan diri sendiri ini tidak diucapkan dari mulut karakter. Umumnya, ditulis menggunakan huruf miring.

Contohnya; Monolog

Siang-siang begini, emang paling enak kalau minum yang segar-segar. Tapi, apa ya? Mungkin sebotol minuman isotonik di kedai retail, bisa sambil berteduh di dalamnya. Kedai itu punya ruang AC. Bagaimana kalau es serut? Ah, itu pasti mahal banget. Dia mengeluh.

Percakapan dengan diri sendiri ini diucapkan karakter untuk dirinya sendiri. Biasanya, tentu hal-hal seperti ini lumrah terjadi bagi manusia.

C. STRUKTUR DIALOG

David Chitty, dalam artikel ‘Cara Menyusun Dialog’ memaparkan bahwa menulis Dialog ‘umum’ sering menggunakan struktur.

Penting menggunakan tanda petik dua ketika menulis Dialog. Di dalam PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Penulisan Dialog memang harus menggunakan tanda petik.

Setelah itu, Dialog boleh menggunakan Dialog Tag sebagai penjelas mimik karakter atau boleh tidak menggunakan Dialog Tag agar dapat mendeskripsikan tindakan karakter ketika berbicara.

Penggunaan ‘line breaks’ boleh digunakan sebagai transisi antara dialog dengan paragraf baru. 

Contohnya: Line Breaks
 
"Aku tak menyangka kau akan setega ini, Vin!" bentak Riana. Dia mengambil jaket dan lekas meninggalkan ruangan itu. Berjalan kaki menyusuri gang martubung. Dia menutupi wajah sedihnya dengan senyum tegar palsu dari hembusan angin malam kota Medan tanpa bintang-bintang. Hanya lampu jalanan dan awan mendung.

Ketika menulis Dialog, sebagai seorang penulis. Penting memilah porsi percakapan dan menyajikan informasi yang ‘harus’ menggerakan alurnya perlahan-lahan. 

Seperti contoh 'line breaks' yang telah digunakan di atas.

Informasi yang didapat pembaca adalah;

- Riana kecewa namun dia bukan wanita lemah. Dia berusaha tetap tegar dengan menutupi wajah sedihnya menggunakan senyuman palsu.
 
- Malam tanpa bintang-bintang yang sepertinya akan hujan. Karena berangin dan awan mendung.

Dalam mempertimbangkan penulisan Dialog. Pahamilah fungsi dari penggunaan dialog tersebut di dalam cerita. 

Harusnya dialog mampu membangun cerita dan mengungkapkan detail-detail alur juga setting yang perlu diketahui pembaca.

D. GAYA DIALOG

Seperti yang telah dijelaskan di atas. Bahwa penting mempertahankan gaya dialog. Di bawah ini, ada tiga ‘peringatan’ agar Dialog dapat bertahan sesuai ‘gaya’-nya.

1. Jika informasi sudah diucapkan di paragraf narasi. Jangan ucapkan informasi itu lagi di Dialog. Pengulangan informasi tersebut membuat pembaca cepat mengetahui hal-hal yang ada di dalam alurnya. Tentu, akan berpengaruh.

2. Gunakan ragam Dialog Tag. Tentu ada aturan menulis Dialog Tag. Cobalah memahaminya di artikel berikut ini



3. Utamakan Dialog berperan sebagaimana fungsi dari Dialog itu sendiri. 

E. FUNGSI DIALOG

Ada empat Fungsi Dialog yang umum digunakan dalam dunia literasi atau kepenulisan novel. Fungsi Dialog ini juga berlaku di karya-karya Wattpad mau pun platform menulis lainnya.

  • Mendorong Alurnya
  • Mengungkapkan Karakterisitik
  • Menunjukan Konflik/Ketegang
  • Memberikan Informasi Penting


1. Dialog Harus Mendorong Alur

Dialog sering digunakan sebagai transisi antara narasi dan eksposisi. Sebagaimana fungsi narasi dan eksposisi, Dialog berperan memperkuat sajian narasi dan eksposisi.

Ada beberapa poin penting yang dapat digunakan sebagai acuan agar mengetahui fungsi Dialog berjalan dengan baik atau tidak. 

a. Dialog Memberi Informasi ke Karakter

Jika karakter mendapatkan informasi baru, hal itu membuat rasa ingin tahunya memuncak atau dia ingin menusuk lebih dalam kebenaran informasi yang didapatnya.

Namun, jangan terlalu jelas menyoroti informasi. Biarkan karakternya yang mengetahui informasi, sedangkan pembaca cukup memahaminya saja.

b. Dialog Mengubah Situasi

Ketika karakter telah mendapatkan informasi yang menuntutnya menentukan pilihan. Hal itu secara tidak langsung juga mengubah situasi.

Bisa situasi psikis karakter atau situasi settingnya. Memanfaatkan perubahan situasi, penulis bisa menjatuhkan informas yang harus diketahui pembaca.

c. Dialog Memaparkan Keinginan dan Ambisi Karakternya

Setelah situasi berubah dan karakter berhasil menentukan pilihannya, maka;

•  Dialog menampilkan karakteristik
•  Dialog menguatkan penjelasan

Perlu diingat! Jika dialog dapat ditampilkan menggunakan narasi atau deskripsi mau pun eksposisi, lebih baik gunakan jenis paragraf itu selain Dialog.

Klik : 5 Ragam Paragraf

Dialog seharusnya memiliki porsi yang lebih kecil saat ditampilkan dalam satu halaman. Jika sajiannya terlalu banyak. Lebih baik menulis naskah drama saja, jangan novel!

Dialog yang baik bagaikan potongan martabak. Harus dinikmati sepotong demi sepotong, sehingga dapat mendalami rasa dan aromanya perlahan-lahan.

Sebab, Dialog merupakan cara ampuh membeberkan informasi melalui gigitan-gigitan kecil

2. Mengungkapkan Karakteristik 

Tentu, seseorang berbicara sesuai dengan daerah asalnya. Ini lah yang membuat dialog menjadi lebih berasa dan mudah diingat.

Misalnya, seseorang yang dibesarkan di kawasan rakyat miskin memiliki nada dan gaya berbicara yang berbeda dengan orang-orang yang hidup di perumahan elit.

Logat dan Dialek juga membantu Dialog mengungkapkan karakteristik. Hal ini membuat pembaca mengetahui dari mana asal karakter.

Penggunaan Dialek atau Aksen sangat bagus digunakan untuk memperkaya warna tulisan dialog. Cobalah meriset Dialek atau Aksen, itu akan menyenangkan.

Selain itu, Dialog mengungkapkan karakteristik misalnya, seorang yang sering berbicara dengan tegas dan lantang memiliki karakteristik pemberani, sedangkan orang-orang yang memiliki intelektualitas tinggi lebih senang berbicara cepat atau menggunakan bahasa-bahasa terkait.

Adab berbicara juga mempengaruhi karakteristik, etika berbicara ini membantu pembaca menilai karakter dalam segi ‘merespon’ orang lain. Misalnya, bagaimana karakter berbicara dengan orang yang lebih tua atau lebih muda darinya, tentulah memiliki perbedaan.

3. Menunjang Konflik

Percakapan yang mengandung konflik akan berpengaruh pada pergerakan alurnya. Karakter yang bersitegang atau memiliki pilihan yang berbeda sehingga memunculkan perdebatan akan membuat karakter lebih menonjol.

Kadang-kadang, pertukaran informasi antar karakter sangat dibutuhkan.

4. Memaparkan Informasi

Umum mengenalkan sesuatu kepada pembaca. Percakapan antar karakter membuat pembaca menjadi tahu tentang hal-hal yang ada di dalam cerita.

Biasanya, sajian percakapan tersebut mengandung eksposisi namun jangan menampilkan informasi secara jelas kepada pembaca.

Dialog bagaikan Martabak

Penutup :

Setelah mengetahui lebih detail tentang cara memaparkan dialog yang efektif dan bagus di ceritamu. Cobalah menerapkannya.

Penting mengatur porsi dialog di dalam novel. Sebab, dialog yang berlebihan juga tidak baik. 

Seperti kata nasihat tetua; 

Apa pun yang berlebihan itu enggak baik. Mubazir, Serakah, Tamak! Tidak elok. 

Jadi, semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar jika ingin menanyakan sesuatu. 

Semangat menulis! Tetaplah menulis.

Disusun oleh : Alfin E. Libra 
Penyunting : Hend Jobers
Publikasi : Rayan Abdi Nugraha

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian merupakan semangat untuk kami.

Klik di sini

Populer